Indonesia Inggris

In Home Peer Support

Latar Belakang
BILiC yang didukung penuh dan diberikan kepercayaan oleh Handicap Internasional dan PPCI, bernisiatif untuk melakukan kegiatan pelayanan in home peer support bagi penyandang cacat yang masih tersembunyi di dalam rumah, serta dengan program field trip atau mencobakan pengalaman ke fasilitas publik. Diharapkan pelayanan ini dapat dijadikan sarana untuk mensosialisasikan pelayanan peer support serta penguatan antar penyandang cacat. Program ini berjalan dari bulan Juli 2006 s/d Febuari 2007.

Hambatan terbesar selama ini yang sering ditemui adalah keterbatasan serta kesulitan bagi para penyandang cacat untuk dapat mengkomunikasikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Hambatan tersebut dapat diminimalisir dengan keterbukaan dari sesama penyandang cacat, menggunakan pendekatan self disclosure yaitu saling berbagi pengalaman, mencari solusi bersama, saling menumbuhkan rasa kepercayaan diri diantara sesama penyandang cacat oleh karena itu diperlukan adanya suatu program yang mengarah pada peningkatan kemampuan berkomunikasi dan kemandirian dari penyandang cacat kepada lingkungannya. Dengan demikian eksistensinya diakui oleh lingkungannya terlebih penyandang cacat dapat menentukan pilihan yang terbaik untuk kemandirian dirinya seutuhnya.

Tujuan

Pemberdayaan dan penguatan penyandang cacat, menyebarluaskan filosofi dan konsep Independent Living sebagai gerakan model sosial, mempromosikan sosial inklusif penyandang cacat, serta membangun kesadaran penyandang cacat di lingkungan sekitarnya.
Menghapus stigma msyarakat khususnya keluarga penyandang cacat itu sendiri yang beranggapan penyandang cacat tidak dapat melakukan apapun terhadap dirinya sendiri.
Menjalin kerjasama yang baik sebagai mitra dalam sosialisasi Independent living dengan pemerintah setempat.

Kendala sangatlah dirasakan berat bagi para supporter terutama permasalahan para peer yang sangatlah kompleks. Dari jumlah 23 peer yang kita beri motivasi, diantaranya tidak bersekolah, beberapa lainnya putus sekolah, ini mengakibatkan mereka banyak yang tidak dapat membaca dan menulis diusia yang telah dewasa. Para supporter tidak saja berhadapan dengan peernya tapi juga harus memberi keyakinan, motivasi, dan arahan kepada keluarga peer itu sendiri yang kadang kita temukan terlalu over protective terhadap anggota keluarganya yang penyandang cacat.

Memasuki bulan kelima program in home peer support tidak terfokus lagi konseling kunjungan di rumah peer saja (in home) tetapi di luar rumah pun dapat dilakukan. Ini dikarenakan banyak kendala ketika supporter atau pengawas sendiri sulit untuk mengunjungi rumah peer langsung, seperti tidak aksesnya menuju ke rumah peer, tidak kondusifnya ketika melakukan konseling di dalam rumah karena lalu lalang keluarga peer itu sendiri, ingin mengajak peer langsung melihat dunia luar karena para peer lebih banyak di dalam rumah saja dsbnya.

Pada akhir program BILiC memberi referral dan berupaya membantu mengajukan kepada pihak pemerintah dan lembaga terkait akan kebutuhan alat bantu kepada para peernya. Beberapa supporter juga mencoba memediasi akan kebutuhan-kebutuhan peer seperti kesehatan, alat bantu, pendidikan dllnya kepada pihak pemerintah/lembaga lainnya yang dapat membantu.


(klik pada foto untuk melihat tampilan lebih besar)




Halaman Depan | Peta Situs | Email
Hak Cipta Bandung Independent Living Center 2007