Indonesia Inggris

Program Peer Support Dan Peer Konseling
Angkatan I | Desember 2003 Maret 2004

BILiC sebagai independent living center yang pertama di Bandung, salah satu programnya yaitu pelayanan peer konseling. Peer konseling adalah konseling yang dilakukan dari dan oleh penyandang cacat. Tujuannya adalah penyadaran diri terhadap kecacatannya, penguatan, pembangunan kepercayaan diri untuk menuju hidup mandiri seutuhnya. Melalui peer konseling ini, penyandang cacat dapat menceritakan pengalamannya yang berkaitan dengan perbedaan yang dimilikinya, mengekspresikan perasaannya, menceritakan permasalahannya, mendiskusikan permasalahan yang berhubungan dengan kecacatan, seperti diskriminasi hak, pandangan diri sebagai seorang penyandang cacat, hubungan dia dengan keluarga, perasaan ingin disayangi dan menyayangi, hidup di tengah masyarakat, lingkungan sosial.

Yang kedua yaitu peer support group, yaitu suatu program pelatihan peer konseling dari dan oleh penyandang cacat. Tujuan dari peer support group ini adalah lebih mempererat tali persatuan sesama penyandang cacat, pembangunan kesadaran sebagai seorang penyandang cacat dan tujuan lain seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Peer support group ini dilaksanakan dalam bentuk kelas selama 12 kali pertemuan, satu minggu sekali. Kelas dimulai sejak tanggal 8 Desember 2003, dan akan berakhir tanggal 23 Pebruari 2004, namun karena satu dan lain hal kelas sempat ditunda sebanyak 2 kali pertemuan, sehingga kelas baru berakhir tanggal 15 Maret 2004.

Setiap pertemuan dua setengah jam. Jumlah peserta pada awalnya hanya 5 orang termasuk leader, tapi pada pertemuan kedua sampai ke-tiga jumlah peserta terus bertambah sampai 10 orang yang merupakan jumlah maksimal yang bisa kami terima. Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti pertemuan dari awal hingga akhir, namun karena alasan situasi dan lain-lain akhirnya peserta yang tetap konsisten mengikuti pelatihan adalah sebanyak 8 orang.

Beberapa peserta menanggapi dengan positif, dirinya merasa lebih percaya diri, bukan berarti selama ini dia minder tapi dia merasa lebih bisa mengekpresikan diri, lebih bisa mengutarakan pendapat tanpa harus terlihat pintar, lebih sadar akan hak-haknya, lebih menghargai kekurangan temannya dan dirinya sendiri sehingga merasa lebih termotivasi.

Namun ada juga peserta yang menanggapinya biasa-biasa saja, dia mengatakan untuk selanjutnya biarlah semua berjalan apa adanya, mungkin karena dia merasa dia tidak memerlukan program ini karena selama ini dirinya sudah independen, namun demikian dia mengakui program ini bagus bila dilanjutkan, tentu saja dengan peningkatan-peningkatan terutama dalam hal tema yang akan dibahas. Mengenai tempat sebagian peserta tidak keberatan walaupun harus berpindah-pindah namun untuk selanjutnya lebih baik bila punya tempat yang tetap agar lebih memudahkan bagi peserta yang sulit untuk bermobilitas. Dalam hal peer konseling,masih dirasakan bahwa teman-teman masih kurang terbuka dalam mengekpresikan permasalahannya, keterbukaan masih tergantung pada teman peer konselingnya siapa, biasanya lebih terbuka bila dengan teman yang memang sudah akrab sebelumnya.




Halaman Depan | Peta Situs | Email
Hak Cipta Bandung Independent Living Center 2007