Indonesia Inggris

Pelatihan Independent Living

Independent Living adalah sebuah filosofi yang bisa membangun kepercayaan diri penyandang cacat dalam mengotrol diri dan mengambilan keputusan bahwa penyandang cacatlah yang mengetahui dan memahami kebutuhannya. Hal tersebut lebih dikatakan sebagai empowerment yang dapat merubah sedikit demi sedikit terhadap pandangan diri penyandang cacat yang lebih positif, dan meminimalkan ketergantungan kepada yang lain baik secara fisik maupun pisikologi. Konsep dasar inilah penyandang cacat bisa berpartisipasi aktif di masyarakat untuk dapat mengembangkan diri.

Kondisi di Indonesia ketergantungan penyandang cacat terhadap keluarga sangat besar dan over protektifnya keluarga terhadap penyandang cacat juga sangat besar sehingga penyandang cacat yang sudah dewasapun masih bergantung. Dalam Independent Living yang terpenting adalah bagaimana penyandang cacat mengimplementasikan IL itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota masyarakat.

In home per support sebagai program BILiC yang melayani penyandang cacat kerumah-rumah sebagai penguatan dan membuka pemikiran penyandang cacat dan untuk selanjutnya penyandang cacatlah yang menentukan Penguatan ini diwujudkan dalam kehidupan keseharian peer yang selama ini peer masih banyak bergantung kepada keluarga bahkan menjadi ketergantungan baik dari segi materi, kebutuhan maupun tindakan pengambilan keputusan.

Tujuan
o Mencobakan Independent Living dalam kehidupan peer.
o Meningkatkan rasa percaya diri peer.
o Menambah pengalaman peer tentang IL.
o Peer lebih tahu akan kebutuhannya.
o Menambah kepercayaan keluarga terhadap peer dalam kemandirian.

Ini adalah pelatihan IL yang pertama bagi BILiC, pelatihan ini adalah bagian dari program in home peer support. Dari penguatan tersebut telah berhasil menguatkan pribadi peer dalam menghadapi kecacatannya walaupun belum sepenuhnya mandiri, melihat perkambangan yang dirasa masih kurang dari peer terhadap tindak nyata dalam mandiri seutuhnya maka BILiC mengadakan pelatihan Independet Living, dimana pelatihan ini menjadi wajib bagi peer sebagai salah satu tindak lanjut yang nyata dalam menuju kemandirian seutuhnya.

Materi yang diberikan yaitu Tujuan dan Identifikasi diri sendiri, Hubungan dengan Keluarga, Kesehatan , Personal Assisten, Mengelola Keuangan, Informasi dan masyarakat, dan tambahan komunikasi assertive dan Tindak lanjut setelah Pelatihan.

Pengelompokan peserta dan pembuatan jadwal pelatihan, peserta dibagi menjadi 4 klompok dari 15 orang peserta. Pelatihan ini diikuti 14 peer dan 1 supporter, dari 14 peer ini dimana mereka telah berumur 17 tahun keatas karena usia tersebut telah dianggap dewasa dan sudah punya pemikiran untuk dirinya dan masa depannya, dan satu supporter ini adalah dimana memang dia sebagai penanggung jawab konseling yang diharapkan menjadi motifator bagi seluruh peserta pelatihan.

Karena kurangnya daya tangkap beberapa peer untuk menerima kematerian dan juga daya ingatnya rendah. Untuk itu mereka lebih banyak system pelatihan bermain dan outbond. Ada pengubahan 2 materi mengelola keuangan menjadi tindak lanjut setelah pelatihan dan materi personal assisten menjadi komunikasi assertive karena peserta dalam kelompok ini adalah peserta yang akan bisa di jadikan patner dalam kemandirian di BILiC.

Pelatihan ini adalah salah satu penunjang kemandirian karena didalamnya terdapat langkah atau paparan tentang bagaimana penyandang cacat menjalani kehidupannya dalam keluarga maupun masyarakat, memahami diri sendiri, berani mengungkapkan keinginan, memperhatikan kesehatan diri, tahu akan kebutuhannya akan pendamping atau alat bantu, belajar untuk mengelola keuangan dan dapat bergaul secara positif dengan masyarakat sekitarnya, semua itu dilakukan secara terus menerus adalah sebagai titik awal penyandang cacat dalam menuju mandiri seutuhnya.




Halaman Depan | Peta Situs | Email
Hak Cipta Bandung Independent Living Center 2007