Indonesia Inggris

Seminar Sehari Tentang Independent Living dan Pelatihan Peer Support
3 – 6 Juni 2006

Di bulan Pebruari 2006, program yang diajukan oleh BILiC kepada Handicap International dan PPCI terpilih menjadi salah satu program inovatif yang diberikan dukungan penuh untuk kegiatan selama satu tahun. Penandatangan persetujuan dengan pihak HI dilakukan pada bulan Maret 2006. Dukungan dari lembaga donor ini merupakan pertama kali bagi BILiC.

Berdasarkan core bisnis BILiC yaitu independent living, workshop independent living menjadi kegiatan pertama dalam program ini.

Dasar Pemikiran
Independent living merupakan sebuah filosofi yang diawali pergerakannya dari negara barat yang kemudian berkembang pesat di beberapa negara Asia. Di Indonesia sendiri independent living merupakan seuatu yang dianggap baru. BILiC sebagai lembaga yang ingin mengembangkan filosofi independent living merasa perlu melakukan sosialisasi. Salah satu metode penguatan sesama penyandang cacat yang dilaksanakan oleh BILiC adalah dengan peer konseling atau peer support.
Dari beberapa diskusi intern BILiC ternyata membutuhkan suatu bentuk pelatihan husus mengenai peer konseling. Hal tersebut untuk menunjang teman-teman dalam memberi penguatan kepada peer lainnya. Selain peer support yang memang sejak awal dibentuk BILiC sudah dilaksanakan.

Tujuan
Tujuan dari workshop adalah untuk:
• Mensosialisasikan filosofi independent living di kalangan pemerintah, non pemerintah, media, dan masyarakat
• Memberikan pemahaman lebih dalam mengenai filosofi independent living kepada penyandang cacat
• Memberikan bekal pengetahuan peer konseling kepada para penyandang cacat
• Menciptakan keakraban dan saling dukung antar penyandang cacat

Pelaksanaan
Workshop diselenggarakan pada tanggal 3 – 6 Juni 2006. Workshop ini terbagi dalam dua kegiatan yang berbeda yaitu seminar sehari tentang Independent Living dan pelatihan peer support yang dilaksanakan selama empat hari. Sekitar 65 orang hadir pada seminar independent living yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat.

Seminar Independent Living
Tujuan dari seminar ini adalah sosialisasi konsep independent living kepada semua perwakilan unsur masyarakat baik dari instansi pemerintah, non pemerintah, media, maupun perwakilan orang tua yang ada di tiga lingkungan yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung.

a. Moderator seminar
Moderator yaitu Poppy Puspita, penyiar radio Mustika yaitu sebuah stasiun radio swasta di Bandung yang pernah bekerjasama dengan BILiC dalam program siaran mengenai kecacatan selama 9 bulan. Alasan pemilihan beliau sebagai moderator adalah karena beliau yang memandu selama acara BILiC di radio tersebut berlangsung.

b. Narasumber seminar

Sebanyak 6 (enam) orang berbagi pengalaman dalam seminar sehari tersebut. Keenam narasumber tersebut adalah:
1. Akiko Fukuda, perwakilan dari DPI Asia Pasifik yang sengaja datang untuk berbagi pengalaman mengenai independent living di Asia kepada masyarakat Indonesia. Akiko menyampaikan tentang filosofi dan sejarah independent living.
2. Ayi Vivananda, perwakilan dari Komisi A DPRD Propinsi Jawa Barat. Komisi A adalah salah satunya membawahi bidang hukum. Alasan mengundang dari beliau adalah bahwa Komisi A sebagai pemrakarsa pembuatan PERDA Kesejahteraan Penyandang Cacat Jawa Barat yang sampai dengan saat ini masih dalam proses.
3. Cucu Saidah, perwakilan dari BILiC yang menyampaikan tentang model independent living sebagai model sosial yang berdasarkan kesetaraan yang juga aplikatif di Indonesia.
4. Faisal Rusdi, perwakilan BILiC dan perseorangan yang menyampaikan tentang pengalamannya ketika sebelum dan sesudah mengenal konsep independent living.
5. Terje M. Watterdal, perwakilan dari IDP Norway sebuah lembaga non pemerintah yang juga menjadi partner BILiC dalam kegiatan pembangunan kesadaran. Terje menyampaikan tentang korelasi independent living dengan inklusi.
6. Tono Rahmad, perwakilan dari UPI yaitu salah satu universitas di pendidikan di Bandung. Beliau adalah seorang dosen yang juga tuna netra menyampaikan aplikasi dari konsep independent living dari sudut pandang pendidikan.

Pelatihan Peer Konseling
Peer konseling atau peer support dimulai pada tanggal 3 Juni 2006 sore hari selesai seminar indpendent living sampai dengan tanggal 6 Juni 2006. Peserta sebanyak 12 orang. Peserta diprioritaskan dari anggota BILiC yang memang sebelumnya telah rutin melaksanakan peer support. Lima orang sisanya adalah yang baru tergabung dengan BILiC. Peserta diharuskan mengisi formulir data dan menulisbiografi serta contoh kasus yang kaitannya dengan penerimaan diri penyandang cacat. Fasilitator adalah Tolhas Damanik, peer konselor dari Mitra Netra Jakarta. Penyampaian materi lebih banyak dengan simulasi. agar peserta terlatih dalam melaksanakan peer konseling.

Peserta yang ikut training kali ini lebih dominan tunadaksa. Pada saat penyeleksian calon peserta, sempat terpilih 2 orang tunanetra namun akhirnya dibatalkan karena ketidaksediaan mereka untuk meneruskan ke lapangan memberikan layanan in home peer support. Ketidakbersediaan mereka karena masih harus melaksanakan jadwal perkuliahan yang masih padat.




Halaman Depan | Peta Situs | Email
Hak Cipta Bandung Independent Living Center 2007